Banyak Bergerak Memberikan Pengaruh Positif untuk Bayi Anda

Penelitian menyimpulkan bahwa berbagai gerakan berulang yang dilakukan oleh bayi akan membentuk hubungan saraf yang baik antara tubuh bayi dengan otaknya. Pengalaman bayi Anda dalam bergerak akan sangat mempengaruhi perkembangan kepribadiannya, perasaannya, serta banyak pencapaian lainnya kelak.

Bahkan berbagai kemampuan seperti membaca, menulis, serta berhitung dengan baik, dipengaruhi oleh kondisi hubungan antara saraf tubuh dan otaknya. Dengan kata lain, bayi yang memiliki pengalaman positif dalam bergerak ketika kecilnya, akan memiliki kemampuan membaca, menulis, serta berhitung yang lebih baik dibandingkan bayi yang dibatasi proses eksplorasinya.

Lalu, mengapa banyak orang tua malahan menghalangi atau membatasi proses ini? Sayang sekali bukan?

Biarkan Si Kecil…

Tahap pertama bagi si kecil untuk mulai aktif bergerak dan bereksplorasi adalah dengan menguatkan otot lehernya. Nah, masalahnya adalah banyak orang tua yang tanpa disadari menghalangi pertumbuhan otot leher bayinya, dengan selalu membaringkan si kecil pada posisi terlentang terus menerus.

Padahal, ada waktunya bagi bayi Anda untuk tengkurap, dan ini baik untuknya. Sebagian orang tua khawatir dengan keselamatan bayinya sehingga tidak pernah terpikir untuk meletakkannya pada posisi tengkurap, karena takut sulit bernafas. Padahal, pernyataan ini memang dapat dibenarkan jika si kecil berada dalam keadaan tertidur dan tanpa pengawasan. Tapi kalau Anda terus menerus membaringkan si kecil pada posisi terlentang walaupun dalam keadaan terjaga, justru ini akan membatasi perkembangannya (baca kapan waktunya tengkurap).

Sebagai contoh kurang baik lainnya adalah kebiasaan orang tua yang mengandalkan kursi bayi dan baby walkers untuk mengendalikan bayinya. “Biar nggak repot”, begitu katanya. Padahal keduanya bisa menghambat perkembangan bayi untuk berguling dan merangkak, yang merupakan modal dasar untuk bereksplorasi.

Ketika si kecil sudah siap untuk duduk, sebagian orang tua malah tidak mendukungnya, dengan alasan khawatir terlalu berat dan sebagainya. Padahal, jika memang sudah waktunya, belajar duduk pun akan sangat positif untuknya. Bayangkan saja jika Anda pergi ke tempat latihan kebugaran dan selama di sana Anda berbaring dan tidur saja – apakah Anda memperoleh manfaat yang maksimal?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s