Kenapa kok Muntah?

 

Muntah bukanlah penyakit yang berbahaya namun perlu diwaspadai.Karena bisa saja, muntah terus menerus mengindikasikan suatu penyakit.Ketika bayi memuntahkan makanannya, bisa jadi perutnya terlalu penuh untuk menampung segalanya. Bayi di bawah usia sepuluh bulan memiliki otot pencernaan yang belum matang, serta katup antara perut dan kerongkongannya belum berkembang sempurna.Jika bayi makan terlalu banyak


atau terguncang berlebihan sesudahnya, katup tersebut akan relaks dan terbuka, sehingga makanan mengalir kembali ke atas Bayi yang dipeluk terlalu erat setelah makan juga terpicu untuk muntah. untuk mengatasinya:
Perlambat pemberian susu. Bila bayi Anda mengkonsumsi susu formula, berikan sedikit demi sedikit, namun dengan frekuensi agak sering, sendawakan bayi setelah pemberian susu. Bila bayi diberi ASI , sendawakan setiap kali akan berpindah ke payudara lainnya.
Susui bayi dalam posisi tegak lurus. Posisikan bayi tetap tegak lurus selama 20-30 menit setelah disusui. Jangan didekap atau diayun-ayun, sedikitnya setengah jam setelah menyusu. Jika diberi
susu botol, pastikan lubang dot tidak terlalu kecil atau terlalu besar.
Alergi terhadap susu formula atau makanan yang dimakan ibu dapat berpengaruh pada bayi melalui konsumsi ASI. Umumnya makanan yang berpotensi mengganggu dalam ASI adalah produk olahan-berbahan
susu, makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti minuman ringan, cokelat, kopi, teh, dll.Lalu biji-bijian dan kacang-kacangan, contohnya gandum, jagung, kacang tanah, dll.Makanan pedas serta
makanan yang mengandung gas seperti brokoli, bawang putih, tauge, cabai hijau, kembang kol, kubis dan sebagainya.Jadi ada baiknya jika ibu menjaga makanan yang dimakannya. Ada juga bayi muntah setelah menelan terlalu banyak udara. Jika muntahannya banyak dan berwarna kuning atau kehijauan,mungkin saja ada virus dalam perutnya atau mengalami kondisi medis yang serius, seperti sumbatan pada usus atas.

Apa bedanya dengan Gumoh?
Jika jumlah muntahan sedikit maka dusebut gumoh. Biasanya berkisar antara 10 cc. Keluarnya gumoh hanya mengalir saja dari mulut. Sedangkan muntah, keluar dengan cara menyembur seperti disemprotkan dari
perut, kadang juga keluar dari hidung.
Gumoh terjadi pada bayi berumur 2-4 bulan, dan akan hilang sendirinya pada usia 6 bulan. Gumoh tidak perlu dikhawatirkan, karena ini adalah proses mengeluarkan udara yang tertelan bayi saat minum ASI. ***

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s