REFLEKSI CERMIN PADA BAYI

 

Bisa jadi, Anda beranggapan menyukai cermin akan merefleksikan ketertarikan bayi Anda terhadap wajah. Nyatanya nih, apa yang benar-benar disukainya justru pemandangan dari gerakan dan perubahan mimik yang dapat dilihat melalui pantulan cermin. Bagi bayi yang baru pertama kali melihat cermin, wajah mungil yang dilihatnya benar-benar menarik–mata mengedip, mulut membuka dan menutup, serta hidung mungil mengernyit dengan riang.

Walau terpesona pada wajah lucu dalam cermin, sebenarnya bayi kecil tidak menyadari seperti itulah wajahnya. Jika Anda membubuhkan bulatan merah dari lipstick pada wajah si satu tahun dan mendudukkannya di depan cermin, ia akan berusaha meraih bulatan merah di cermin; dia tak akan repot-repot menyentuh hidungnya sendiri. Dengan kata lain, ia belum menyadari kalau bulatan merah itu ada di wajahnya sendiri. Sekitar usia 18 bulan, barulah ia bisa mengenali dirinya di balik cermin (dan menunjukkan muka super bangga dengan penemuan ‘besar’ ini!).

Pilihan waktu bermain yang pas: Gantung cermin yang tak dapat pecah di sisi boks. Ia juga akan menikmati kilauan cahaya dan warna yang tertangkap dalam pantulan cermin kecil yang ada di mainan bayi. Atau sekadar berdansa dan menggoyangkan tubuh bersamanya di depan cermin kamar mandi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s