Sama seperti kita dewasa, bayi melalui fasa-fasa tidur. Walaupun ramai kita merasakan kita tidur secara tidur mati, sebenarnya, kita tidak menjalani tidur nyenyak sepanjang malam, untuk bangun di waktu pagi.
Continue reading
Bantu bayi tidur nyenyak

| BAYI yang kerap menangis, terbangun waktu malam atau meragam ketika tidur, sudah tentu akan meresahkan ibu bapa. Bagi ibu bapa yang berkerjaya, tentu memberi lebih kesan kerana waktu tidur mereka juga akan terganggu menyebabkan badan tidak bermaya untuk meneruskan tugas harian keesokan harinya. |
5 Cara Membuat Bayi Tidur Lelap

Menidurkan bayi dapat menjadi salah satu pekerjaan sulit yang kerap kali dialami oleh para orangtua muda. Bayi biasanya akan sangat gemar bermain hingga larut malam, sehingga seringkali menyulitkan orangtuanya, terutama bagi orangtua yang bekerja. Cara-cara berikut dapat Moms gunakan sebagai pedoman untuk membuat bayi tertidur lebih cepat :
10 Rahasia membuat Bayi tidur nyenyak Sepanjang Malam
Bayi Baru Lahir Tak Usah Pakai Gurita
Bagi bunda yang baru saja menjadi ibu mungkin masih bingung dengan seluk beluk kostum si kecil yang baru lahir. Nah, Nenek si bayi, alias orangtua bunda and ayah, biasanya siap sedia memberikan segala nasehat. Salah satunya, bayi baru lahir musti dipakaikan gurita.
Meski tak lagi populer, gurita kain pembalut dada atau perut masih menjadi salah satu item daftar belanjaan persiapan bunda jelang hari kelahiran si kecil. Seberapa perlu sebetulnya gurita ini? Yuk, cari tahu!
Gurita, Tak Dianjurkan!
Kata orangtua zaman dulu, gurita penting untuk mengecilkan perut bayi baru lahir. Wah, wah, kalau orang dewasa yang punya perut buncit dan sengaja membebatnya dengan tujuan serupa saja sering mengeluh “sesak” bagaimana dengan bayi baru lahir?
Itulah sebabnya, para dokter justru tak menganjurkan pemakaian gurita pada bayi baru lahir.
Ya, organ-organ tubuh bayi baru lahir belumlah sempurna benar, sensitif, dan masih rentan. Bahkan ubun-ubunnya pun masih lembek dan terlihat berkedut. Coba sentuh dia, terasa sangat lembut dan lunak, bukan?
Nah, berhubungan dengan belum sempurna dan masih rentannya organ tubuh bayi tersebut, penggunaan gurita rupanya justru dapat menghambat perkembangan organ tubuh bayi, terutama mengganggu saluran pernapasannya.
“Tapi kan harus pakai gurita supaya perut bayi tidak buncit,” mungkin memang begitu saran dari orangtua dulu.
Padahal, tahukah Moms? Perut bayi baru lahir memang terlihat besar atau seperti membuncit, lantaran ukuran perut yang lebih dominan. Apalagi, saat bayi bernapas perut akan mengalami gerak turun naik sesuai irama napas bayi. Jadi, bentuk tersebut sebetulnya normal untuk bayi!
Rongga Dada Lebih Pendek
Berkaitan dengan “perut buncit” tersebut dr Nuvi Nusarintowati SpA dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat menjelaskan secara medis, “Bayi memiliki bentuk tubuh yang berbeda proporsinya dengan orang dewasa.
Kalau diperhatikan, maka rongga dada bayi lebih pendek dibandingkan rongga perutnya. Kadang-kadang, orangtua sering menyebut perut bayi seperti buncit. Padahal kondisi tersebut disebabkan karena otot dinding perut bayi lebih berfungsi dibandingkan otot dada.”
Penjelasan lebih lanjut, saat berada di rahim ibu tali pusat berperan sebagai media transpor nutrisi dan pertukaran udara. Maka paru-paru baru berfungsi ketika pertama kali bayi menangis saat dilahirkan. Sesudah itu, paru-paru dan rongga dada memerlukan waktu untuk berkembang dengan sempurna. Oleh karena itu, pernapasan bayi masih dibantu oleh otot-otot dinding perut.
“Jenis pernapasan ini dialami oleh semua bayi sampai rongga dada dan otot dada berkembang sempurna. Itulah sebabnya tampak perbedaan proporsi antara rongga dada dan rongga perut pada saat bayi, anak, remaja hingga dewasa,” tandas wanita kelahiran Jakarta, 13 November 1970 ini.
Masuk Angin hingga Pusar Bodong
Kata orangtua dulu, pakai gurita supaya bayi jangan sampai masuk angin, supaya hangat, dan pusar tidak bodong.
“Basic-nya yang penting pakaian bayi kering dan hangat. Jangan takut bayi masuk angin karena tidak pakai gurita. Itu hanya mitos. Justru daerah perutnya harus bebas bernapas,” saran Nuvi.
Berkaitan dengan pusar bodong, jika perut membesar tentunya pusar ikut menonjol. Namun bukan lantaran dipakaikan gurita lantas pusar tidak bodong lagi. Lagipula, kalau bayi berpusar bodong itu karena bagian puntung tali pusatnya memang sejak awal sudah lebih besar, bukan karena tidak dipakaikan gurita.
(Mom& Kiddie//nsa)
Sumber: http://www.lifestyle.okezone.com
Puasa Saat Hamil

Bulan Ramadhan telah tiba. Bagi Anda yang Muslim, tentu wajib menjalankan ibadah puasa. Lantas, bagaimana dengan Anda yang sedang hamil? Tidak dilarang, kok, bila Anda memang ingin menjalankan ibadah puasa, asalkan kesehatan Anda dan janin dinyatakan baik oleh dokter. Untuk itu, Anda mesti memperhatikan berbagai rambu agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapan dibolehkan puasa?
Anda boleh menjalankan puasa jika sudah tidak lagi mengalami mual dan muntah. Biasanya setelah kehamilan memasuki usia 16-18 bulan. Di samping itu, pertumbuhan berat badan janin juga menjadi pertimbangan, apakah sesuai dengan usia kehamilan. Artinya, tidak terjadi kelambatan pertumbuhan janin berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Gejala Botulisme Pada Bayi

Secara medis, tidak dianjurkan untuk memberi madu pada bayi berusia kurang dari satu tahun. Mengapa? Madu diketahui berpotensial mengandung spora suatu bakteria, yaitu Clostridium botulinum. Nah, kuman atau bakteri ini memproduksi suatu toksin (zat beracun) yang bisa menyebabkan penyakit infant botulism (penyakit botulisme pada bayi). Penyakit ini sangat serius, meski kejadiannya jarang.
REFLEKSI CERMIN PADA BAYI

Bisa jadi, Anda beranggapan menyukai cermin akan merefleksikan ketertarikan bayi Anda terhadap wajah. Nyatanya nih, apa yang benar-benar disukainya justru pemandangan dari gerakan dan perubahan mimik yang dapat dilihat melalui pantulan cermin. Bagi bayi yang baru pertama kali melihat cermin, wajah mungil yang dilihatnya benar-benar menarik–mata mengedip, mulut membuka dan menutup, serta hidung mungil mengernyit dengan riang.
10 Tips Mengajar Anak

Bayi kecil tidak semestinya tidak boleh diajar. Jika anda mahu bayi anda menjadi pintar, anda perlu bersedia untuk melakukan apa sahaja untuk membantu bayi anda mencapai sepenuhnya potensi dirinya.
Cara Melatih Bayi Bicara
Melatih bayi belajar bicara sejak dini akan melatih membantu kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan lingkungan. Apa yang kita katakan, akan tersimpan dalam memorinya dan suatu saat anak akan meniru apa yang dia dengarkan, baik yang di ajarkan orang tua maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Satu hal yang paling penting adalah mengajarkan anak bicara dengan kata-kata yang positif, meskipun dia belum bisa bicara, karena ini akan mengasah rasa percaya diri mereka. Berikut Di bawah ini tips mengajar si kecil berbicara:


You must be logged in to post a comment.